Showing posts with label BIOLOGI. Show all posts
Showing posts with label BIOLOGI. Show all posts

Daftar nama-nama Pohon Penyerap Karbondioksida paling banyak

http://amirakostader.blogspot.co.id/2017/03/daftar-nama-nama-pohon-penyerap.html

Tanaman merupakan penyerap karbondioksida (CO2) di udara. Bahkan beberapa diantara tanaman-tanaman itu sangat jago, mempunyai kemampuan besar, untuk menyerap karbondioksida (CO2). Pohon trembesi (Samanea saman), dan Cassia (Cassia sp) merupakan salah satu contoh tumbuhan yang kemampuan menyerap CO2-nya sangat besar hingga mencapai ribuan kg/tahun.

Sebagaimana diketahui, tumbuhan melakukan fotosistesis untuk membentuk zat makanan atau energi yang dibutuhkan tanaman tersebut. Dalam fotosintesis tersebut tumbuhan menyerap karbondioksida (CO2) dan air yang kemudian di rubah menjadi glukosa dan oksigen dengan bantuan sinar matahari. Kesemua proses ini berlangsung di klorofil. Kemampuan tanaman sebagai penyerap karbondioksida akan berbeda-beda. Banyak faktor yang mempengaruhi daya serap karbondioksida. Diantaranya ditentukan oleh mutu klorofil. Mutu klorofil ditentukan berdasarkan banyak sedikitnya magnesium yang menjadi inti klorofil. Semakin besar tingkat magnesium, daun akan berwarna hijau gelap.

Daya serap karbondioksida sebuah pohon juga ditentukan oleh luas keseluruhan daun, umur daun, dan fase pertumbuhan tanaman. Selain itu, Pohon-pohon yang berbunga dan berbuah memiliki kemampuan fotosintesis yang lebih tinggi sehingga mampu sebagai penyerap karbondioksida yang lebih baik. Faktor lainnya yang ikut menentukan daya serap karbondioksida adalah suhu, dan sinar matahari, ketersediaan air.

Trembesi Juara Pohon Penyerap Korbondioksida. Adalah Endes N. Dahlan, seorang dosen Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor yang melakukan penelitian daya serap karbondioksida pada berbagai jenis pohon. Penelitian yang dilakukan pada 2007-2008 memberikan hasil bahwa trembesi (Samanea saman) terbukti menyerap paling banyak karbondioksida. Dalam setahun, trembesi mampu menyerap 28.488,39 kg karbondioksida.

Selain pohon trembesi, didapat juga berbagai jenis tanaman yang mempunyai kemampuan tinggi sebagai tanaman penyerap karbondioksida (CO2). Pohon-pohon itu diantaranya adalah cassia, kenanga, pingku, beringin, krey payung, matoa, mahoni, dan berbagai jenis tanaman lainnya.

Daftar Pohon Penyerap Karbondioksida. Berikut merupakan daftar tanaman yang mempunyai daya serap karbondioksida yang tinggi berdasarkan hasil riset Endes N. Dahlan. (No, nama pohon, nama latin, daya serap):
  1. Trembesi, Samanea saman, 28.488,39 kg/tahun
  2. Cassia, Cassia sp, 5.295,47 kg/tahun
  3. Kenanga, Canangium odoratum, 756,59 kg/tahun
  4. Pingku, Dyxoxylum excelsum, 720,49 kg/tahun
  5. Beringin, Ficus benyamina, 535,90 kg/tahun
  6. Krey payung, Fellicium decipiens, 404,83 kg/tahun
  7. Matoa, Pometia pinnata, 329,76 kg/tahun
  8. Mahoni, Swettiana mahagoni, 295,73 kg/tahun
  9. Saga, Adenanthera pavoniana, 221,18 kg/tahun
  10. Bungur, Lagerstroemia speciosa, 160,14 kg/tahun
  11. Jati, Tectona grandis, 135,27 kg/tahun
  12. Nangka, Arthocarpus heterophyllus, 126,51 kg/tahun
  13. Johar, Cassia grandis, 116,25 kg/tahun
  14. Sirsak, Annona muricata, 75,29 kg/tahun
  15. Puspa, Schima wallichii, 63,31 kg/tahun
  16. Akasia, Acacia auriculiformis, 48,68 kg/tahun
  17. Flamboyan, Delonix regia, 42,20 kg/tahun
  18. Sawo kecik, Maniilkara kauki, 36,19 kg/tahun
  19. Tanjung, Mimusops elengi, 34,29 kg/tahun
  20. Bunga merak, Caesalpinia pulcherrima, 30,95 kg/tahun
  21. Sempur, Dilenia retusa, 24,24 kg/tahun
  22. Khaya, Khaya anthotheca, 21,90 kg/tahun
  23. Merbau pantai, Intsia bijuga, 19,25 kg/tahun
  24. Akasia, Acacia mangium, 15,19 kg/tahun
  25. Angsana, Pterocarpus indicus, 11,12 kg/tahun
  26. Asam kranji, Pithecelobium dulce, 8,48 kg/tahun
  27. Saputangan, Maniltoa grandiflora, 8,26 kg/tahun
  28. Dadap merah, Erythrina cristagalli, 4,55 kg/tahun
  29. Rambutan, Nephelium lappaceum, 2,19 kg/tahun
  30. Asam, Tamarindus indica, 1,49 kg/tahun
  31. Kempas, Coompasia excelsa, 0,20 kg/tahun

Tumbuhan-tumbuhan tersebut adalah jagoan penyerap karbondioksida berdasarkan riset yang dilakukan oleh Endes N. Dahlan yang dipublish awal 2008. Tidak menutup kemungkinan masih terdapat pohon-pohon lain yang mempunyai kemampuan daya serap karbondioksida yang lebih tinggi. Namun, upaya yang dilakukan Endes N. Dahlan ini patut kita acungi jempol yang membuat kita dapat lebih tepat memilih tanaman yang mempunyai kemampuan ekstra sebagai penyerap karbondioksida dalam upaya mengurangi polusi udara dan mengurangi dampak pemanasan global.

Penutup

Terima kasih atas kunjungan anda di LingkaranDunia, serta membaca artikel yang mengenai Daftar nama-nama Pohon Penyerap Karbondioksida paling banyak, dan semoga artikel ini bermanfaat buat anda. Jika ada yang kurang di mengerti silahkan ajukan pertanyaan lewat Email, Facabook LingkaranDunia dan lewat kolom komentar yang kami sediakan di bawah artikel ini.

Daftar Nama latin hewan / fauna

Daftar nama latin (ilmiah) binatang atau hewan Indonesia dilengkapi dengan penyebutannya dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Namun lantaran daftar ini sangat panjang maka kali ini saya batasi hanya hewan mamalia saja.

Nama Latin (Ilmiah) dan Inggris Hewan Mamalia Indonesia:
  • Ajag atau Asiatic Wild Dog (Cuon alpinus)
  • Anjing atau Dog (Canis lupus familiaris)
  • Anoa Pegunungan atau Mountain Anoa (Bubalus quarlesi)
  • Anoa Dataran Rendah atau Lowland Anoa (Bubalus depressicornis)
  • Babirusa atau Babiroussa (Babyrousa babirussa)
  • Bajing Hitam atau Black-striped Squirrel (Callosciurus nigrovittatus)
  • Bajing Kelapa atau Plantain squirrel (Callosciurus notatus)
  • Bajing Tanah atau Three-striped Ground Squirrel (Lariscus insignis)
  • Bajing Terbang Ekor Merah atau Javanese Flying Squirrel (Iomys horsfieldi)
  • Badak Jawa atau Javan rhino (Rhinoceros sondaicus)
  • Badak Sumatera atau Sumatran rhino (Dicerorhinus sumatrensis)
  • Banteng (Bos javanicus)
  • Bekantan atau Long-Nosed Monkey (Nasalis larvatus)
    Seekor Bekantan Jantan

    Seekor Bekantan Jantan
  • Beruang Madu atau Sun Bear (Helarctos malayanus)
  • Beruk Mentawai atau Pagai Macaque (Macaca pagensis)
  • Binturung atau Binturong (Arctictis binturong).
  • Cecurut rumah atau Asian House Shrew (Suncus murinus)
  • Domba atau Sheep (Ovis aries)
  • Duyung atau Dugong (Dugong dugon)
  • Gajah Sumatera atau Asian Elephant (Elephas maximus sumatranus)
  • Harimau Bali atau Bali Tiger (Panthera tigris balica)
  • Harimau Jawa atau Javan Tiger (Panthera tigris sondaica).
  • Harimau Sumatera atau Sumatran Tiger (Panthera tigris sumatrae)
  • Hiu Tutul atau Whale Shark (Rhincodon typus).
  • Jelarang atau Black Giant Squirrel (Ratufa bicolor)
  • Kambing Hutan Sumatera atau Sumatran Serow (Capricornis sumatraensis)
  • Kambing Ternak atau Domestic Goat (Capra aegagrus hircus)
  • Kancil atau Pelanduk atau Java Mouse-deer (Tragulus javanicus)
  • Kancil Napu atau Greater Mouse-deer (Tragulus napu)
  • Kanguru Pohon Mantel Emas atau Golden-mantled Tree Kangaroo (Dendrolagus pulcherrimus)
  • Kelinci Jawa atau Black-naped Hare (Lepus nigricollis)
  • Kelinci Sumatera atau Sumatran Striped Rabbit (Nesolagus netscheri)
  • Kera Hitam Sulawesi atau Celebes Crested Macaque (Macaca nigra)
  • Kerbau atau Asian Water Buffalo (Bubalus bubalis)
  • Kijang atau Red Muntjac (Indian Muntjac)
  • Kucing atau Cat (Felis catus)
  • Kucing Bakau atau Fishing Cat (Felis viverrinus)
  • Kucing Emas atau Asian Golden Cat (Felis temmincki)
  • Kucing Hutan atau Leopard Cat (Prionailurus bengalensis)
  • Kucing Merah atau Borneo Bay Cat (Pardofelis badia)
  • Kubung atau Sunda Flying Lemur (Cynocephalus variegatus)
  • Kukang Besar atau Greater Slow Loris (Nycticebus coucang)
  • Kukang Borneo atau Bornean Slow Loris (Nycticebus menagensis)
  • Kukang Jawa atau Javan Slow Loris (Nycticebus javanicus)
  • Kuskus Beruang atau Bear Cuscus (Ailurops ursinus)
  • Kuskus Gebe (Phalanger alexandrae)
  • Kuskus Gunung atau Mountain Cuscus (Phalanger carmelitae)
  • Kuskus Matabiru atau Blue-eyed Cuscus (Phalanger matabiru)
  • Kuskus Pulau Obi atau Obi Cuscus (Phalanger rothschildi)
  • Landak atau Malayan Porcupine (Hystrix brachyura)
  • Landak Jawa atau Sunda Porcupine (Hystrix javanica)
  • Landak Sumatera atau Sumatran Porcupine (Hystrix sumatrae)
  • Landak Kalimantan atau Bornean Porcupine (Thecurus crassispinis)
  • Lumba-lumba hidung botol atau Common bottlenose dolphins (Tursiops truncatus)
  • Lutra (Lutra lutra)
  • Lutung Dahi Putih atau White-fronted Langur (Presbytis frontata)
  • Lutung Jawa atau Javan Langur (Trachypithecus auratus)
  • Lutung Merah atau Maroon Leaf Monkey (Presbitys rubicunda)
  • Macan Dahan Sumatera atau (Neofelis diardi diardi)
  • Macan Dahan Kalimantan atau (Neofelis diardi borneensis)
  • Macan Tutul Jawa atau Java Leopard (Panthera pardus melas)
  • Mentilin atau Horsfield’s Tarsier (Tarsius bancanus)
  • Monyet Ekor Panjang atau Crab-eating Macaque (Macaca fascicularis)
  • Monyet Jambul atau Tonkean Macaque (Macaca tonkeana)
  • Musang Air atau Otter Civet (Cynogale bennettii)
  • Musang Akar atau Small-toothed Palm Civet (Arctogalidia trivirgata)
  • Musang Luwak atau Common Palm Civet (Paradoxurus hermaphroditus)
  • Musang Rase atau Small Indian Civet (Viverricula indica)
  • Orangutan Kalimantan atau Bornean Orangutan (Pongo pygmaeus)
  • Orangutan Sumatera atau Sumatran Orangutan (Pongo abelii)
  • Owa Jawa atau Silvery Javan Gibbon (Hylobates moloch)
  • Paus Bongkok atau Humpback Whales (Megaptera novaeangliae)
  • Paus Biru atau Fin Whale (Balaenoptera physalus)
  • Pesut Mahakam atau Irrawaddy Dolphin (Orcaella brevirostris)
  • Pulusan atau Hog Badger (Arctonyx collaris)
  • Rungka atau Thomas’s Langur (Presbitys thomasi)
  • Rusa Bawean atau Bawean Deer (Axis kuhlii)
  • Rusa Sambar atau Sambar Deer (Cervus unicolor)
  • Rusa Timor atau Timor Deer (Cervus timorensis)
  • Rusa Totol atau Axis Deer (Axis axis)
  • Tapir atau Asian Tapir (Tapirus indicus)
    http://amirakostader.blogspot.co.id/2017/03/daftar-nama-latin-hewan-fauna.html

    Seekor Tapir
  • Sapi Ternak atau Cattle (Bos taurus)
  • Siamang atau Siamang Gibbon (Symphalangus syndactylus)
  • Sigung atau Indonesian Stink Badger (Mydaus javanensis)
  • Surili Jawa atau Javan Surili (Presbytis comata)
  • Tarsius (Tarsius spectrum)
  • Tarsius Kerdil atau Pygmy Tersier (Tarsius pumilus)
  • Tarsius Siau atau Siau Island Tarsier (Tarsius tumpara)
  • Trenggiling Jawa atau Sunda Pangolin (Manis javanica)
  • Tupai Kekes atau Javan treeshrew (Tupaia javanica)

Daftar nama tumbuhan serta nama latinnya

Daftar nama tumbuhan (flora) serta dengan nama latin (ilmiah). Seratusan nama tanaman lengkap dengan nama latinnya saya susun sebagai daftar
http://amirakostader.blogspot.co.id/2017/03/daftar-nama-tumbuhan-serta-nama-latinnya.html

Nama Tanaman Hias atau Bunga dan Nama Latin

Tanaman hias atau bunga sangat banyak sekali ragam jenisnya. Berbagai spesies tanaman bunga dapat dengan mudah kita temukan. Berikut ini beberapa nama tumbuhan hias dalam bahasa Indonesia beserta nama latinnya.
  • Anggrek Bulan (Phalaenopsis amabilis)
  • Anggrek Hitam (Coelogyne pandurata)
  • Anggrek Tebu (Grammatophyllum speciosum)
  • Bunga Bangkai (Amorphpophallus titanium)
  • Cempaka Putih (Michelia alba)
  • Cempaka Kuning (Michelia champaka)
  • Cempaka Telor (Magnolia coco)
  • Edelweis Jawa (Anaphalis javanica)
  • Kenanga (Cananga odorata)
  • Melati Gambir (Jasminum pubescens)
  • Melati Putih (Jasminus sambac)
  • Nibung (Oncosperma tigillarium)

Nama Tumbuhan Obat dan Nama Latin

Tanaman obat terkadang malah tidak dikenali padahal mempunyai khasiat sebagai obat herbal yang efektif. Berikut contoh nama tanaman obat beserta nama latinnya.
  • Ciplukan (Physalis angulata)
  • Gambir (Uncaria gambir)
  • Mengkudu (Morinda citrifolia)
  • Sirih (Piper betle)
  • Zodia (Evodia suaveolens)

Nama Tumbuhan Buah dan Nama Latin

Banyak diantara tumbuhan ini yang telah dirasakan buahnya. Namun hanya sedikit saja yang mengenal nama ilmiah tumbuhan-tumbuhan ini. Berikut beberapa contoh tumbuhan buah beserta nama latinnya.
  • Alpukat (Persea americana)
  • Apel (Pyrus malus)
  • Belimbing Manis (Averrhoa carambola)
  • Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi)
  • Ceremai (Phyllanthus acidus)
  • Delima (Punica granatum)
  • Durian (Durio zibethinus)
  • Duwet (Syzygium cumini)
  • Gayam (Inocarpus fagiferus)
  • Jambu Air (Eugenia aquea)
  • Jeruk Manis (Citrus sinensis)
  • Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia)
  • Kasturi (Mangifera casturi)
  • Kawista (Limonia acidissima)
  • Kedoya (Dysoxylum gaudichaudianum)
  • Kemang (Mangifera kemanga)
  • Kelapa (Cocos nucifera)
  • Kepa (Syzygium polycephalum)
  • Kepel (Stelechocarpus burahol)
  • Kersen (Muntingia calabura)
  • Korma rawa (Phoenix paludosa)
  • Lontar (Borassus flabellifer)
  • Mangga (Mangifera indica)
  • Manggis (Garcinia mangostana)
  • Matoa (Pometia pinnata)
  • Menteng (Baccaurea racemosa)
  • Mundu (Garcinia dulcis)
  • Nam Nam (Cynometra cauliflora)
  • Nangka (Artocarpus heterophyllus)
  • Pisang (Musa paradisiaca)
  • Pepaya (Carica papaya)
  • Rambutan (Nephelium lappaceum)
  • Salak (Salacca zalacca)
  • Sawo Kecik (Manilkara kauki)
  • Sawo Manila (Manilkara zapota)

Nama Tanaman Keras dan Nama Latin

Tanaman keras merupakan tanaman yang lebih banyak dimanfaatkan batang atau kayunya baik sebagai bahan bangunan ataupun bahan kerajinan. Berbagai tanaman keras tersebut diantaranya adalah:
  • Ajan Kelicung (Diospyros macrophylla)
  • Andalas (Morus macroura)
  • Baobab (Adansonia Digitata)
  • Bintaro (Cerbera manghas)
  • Eboni (Diospyros celebica)
  • Gaharu (Aquilaria moluccensis)
  • Gandaria (Bouea macrophylla)
  • Jati (Tectona grandis)
  • Karet (Hevea braziliensis)
  • Kapuk Randu (Ceiba pentandra)
  • Kenari (Canarium ovatum)
  • Kendal (Cordia bantamensis)
  • Kepuh (Sterculia foetida)
  • Kokoleceran (Vatica bantamensis)
  • Limpasu (Baccaurea lanceolata)
  • Maja (Aegle marmelos)
  • Majegau (Dysoxylum densiflorum)
  • Nagasari (Palaquium rostratum)
  • Trembesi (Albizia saman Sin. Samanea saman)

Nama Tanaman Umbi dan Rimpang dan Nama Latin

Tanaman umbi atau rimpang sering kali kurang dikenali. Nah berikut ini beberapa contoh tumbuhan umbi beserta nama latinnya.
  • Jahe (Zingiber officinale)
  • Bengkuang (Pachyrhizus erosus)
  • Garut (Maranta arundinacea)
  • Ganyong (Canna edulis)
  • Kedawung (Parkia roxburghii)
  • Lengkuas (Alpinia galanga)
  • Singkong (Manihot esculenta)
  • Ubi Jalar (Ipomoea batatas)

Tumbuhan Rempah dan Nama Latin

Tumbuhan ini banyak dimanfaatkan sebagai rempah atau penambah rasa masakan. Berikut contoh beberapa tumbuhan rempah beserta nama latinnya.
  1. Asam Jawa (Tamarindus indica)
  2. Bawang Merah (Allium cepa)
  3. Bawang Putih (Allium sativum)
  4. Cabai (Capsicum annum)
  5. Cabai Rawit (Capsicum frutescens)
  6. Cengkeh (Syzygium aromaticum)
  7. Kencur (Kaempferia galanga)
  8. Lada (Piper nigrum)
  9. Pala (Myristica fragrans)

Tumbuhan Lainnya dan Nama Latin

  • Jagung (Zea mays)
  • Kacang Hijau (Vigna radiata)
  • Kacang Kapri (Pisum sativum)
  • Kacang Merah (Phaseolus vulgaris)
  • Kacang Panjang (Phaseolus vulgaris)
  • Kacang Tanah (Arachis hypogaea)
  • Kentang (Solanum tuberosum)
  • Kesambi (Schleichera oleosa)
  • Padi (Oryza sativa)
  • Petai Cina (Leucaena leucocephala)
  • Terung (Solanum melongena)
  • Tuba (Derris elliptica)

Penutup

Terima kasih atas kunjungan anda di LingkaranDunia, serta membaca artikel yang mengenai Daftar nama tumbuhan serta nama latinnya, dan semoga artikel ini bermanfaat buat anda. Jika ada yang kurang di mengerti silahkan ajukan pertanyaan lewat Email, Facabook LingkaranDunia dan lewat kolom komentar yang kami sediakan di bawah artikel ini.

Daftar Pustaka

  • http://amirakostader.blogspot.co.id/
  • https://alamendah.org/2011/02/20/daftar-nama-tumbuhan-tanaman-dan-nama-latin/
  • http://blogpanduanmicrosoft.blogspot.co.id/

Perbedaan Simbiosis Mutualisme dan Protokooperasi

kali ini akan membahas mengenai simbiosis mutualisme dan protokooperasi. Perlu kita ketahui perbedaan antara simbiosis mutualisme dan protokooperasi sering mengalami kerancuan pada buku-buku pelajaran baik mulai dari tingkat sekolah dasar, sekolah menengah pertama, maupun sekolah menengah atas, bahkan di tingkat perguruan tinggi. Berawal dari beberapa pertanyaan yang di diskusikan di sebuah grup WA yang membahas mengenai simbiosis mutualisme dan protokooperasi pada perbedaan mendasarnya bagaimana dan terdapat beberapa perbedaan antar anggota grup diskusi mengenai penerapan simbiosis mutualime dan protokooperasi, sehingga menimbulkan keracuan.

http://amirakostader.blogspot.co.id/2017/03/perbedaan-simbiosis-mutualisme-dan.html

Sebagai conth di dalam diskusi adalah mengenai ikan badut dan anemon laut apakah masuk ke dalam simbiosis komensalisme ataukah simbiosis mutualisme. Beberapa teman memasukkan ke dalam simbiosis komensalisme, ada yang memasukkan ke mutualisme, dan ada yang memasukkan ke dalam protokooperasi, jadi manakah yang benar?

Pengertian Simbiosis

Sebelum membahas lebih dalam, perlu ada penjelasan komprehensif apa yang dimaksud dengan simbiosis.  Simbiosis berasal dari bahasa Yunani sym yang berarti dengan dan biosis yang berarti kehidupan. Simbiosis merupakan interaksi antara dua organisme yang hidup berdampingan. Simbiosis merupakan pola interaksi yang sangat erat dan khusus antara dua makhluk hidup yang berlainan jenis.

Hampir semua buku-buku pelajaran baik di SD, SMP, SMA selalu berhenti pada pengertian diatas "interaksi antara dua organisme yang hidup berdampingan." pengertian ini masih kurang. seharusnya yang benar simbisosis merupakan interaksi antara dua organisme yang hidup berdampingan dan merupakan keharusan, jika salahsatunya tidak ada maka organisme tersebut akan mati.

Maka dari itu buku-buku yang beredar dilingkungan sekolah sudah saatnya dilakukan revisi terkait pengertian simbiosis. Setelah paham mengenai pengertian simbiosis, kemudia kita cari tahu pengertian dari protokoperasi.

Pengertian Protokooperasi

Protokooperatif adalah hubungan antara organisme jika melakukan interaksi mempengaruhi satu sama lainya,atau sifatnya saling menguntungkan,tetapi jika interksinya di tiadakan maka tidak mempengaruhi apa-apa bagi orgnisme tersebut.

Dari pengertian simbiosis mutualisme dan protokooperasi, maka dapat disimpulkan bahwa hubungan anatara anemon laut dan ikan badut adalah protokooperasi, anemon laut mendapatkan keuntungan dari ikan badut yang membersihkan tubuh dari anemon laut dari berbagai parasit yang menempel pada tubuhnya, sedangkan ikan badut mendapatkan perlindungan dari anemon laut dari pemangsa ikan badut, namun kedua makhluk hidup tersebut tidak akan mati jika keduanya tidak melakukan interaksi, jadi hubungan ini tidaklah wajib

Contoh lain yang sering terjadi miskonsepsi adalah hubungan antara kerbau dan burung jalak yang dimasukkan ke dalam simbiosis mutualisme. hal ini kuranglah tepat karena jika keduanya tidak saling berhubungan maka jalak dan kerbau tidak akan mati meskipun tidak terjadi hubungan interaksi.

Penutup

Terima kasih atas kunjungan anda di LingkaranDunia, serta membaca artikel yang mengenai Perbedaan Simbiosis Mutualisme dan Protokooperasi, dan semoga artikel ini bermanfaat buat anda. Jika ada yang kurang di mengerti silahkan ajukan pertanyaan lewat Email, Facabook LingkaranDunia dan lewat kolom komentar yang kami sediakan di bawah artikel ini.

Daftar Pustaka

  • http://amirakostader.blogspot.co.id/
  • http://www.biologiedukasi.com/2017/02/perbedaan-simbiosis-mutualisme-dan.html
  • http://blogpanduanmicrosoft.blogspot.co.id/

Hewan Diklasifikasikan Animalia (Biologi)


http://amirakostader.blogspot.co.id/2017/02/hewan-diklasifikasikan-animalia-biologi.html

Hewan

Hewan atau disebut juga dengan binatang adalah kelompok organisme yang diklasifikasikan dalam kerajaan Animalia atau metazoa, adalah salah satu dari berbagai makhluk hidup di bumi. Sebutan lainnya adalah fauna dan margasatwa (atau satwa saja).

Hewan dalam pengertian sistematika modern mencakup hanya kelompok bersel banyak (multiselular) dan terorganisasi dalam fungsi-fungsi yang berbeda (jaringan), sehingga kelompok ini disebut juga histozoa. Semua binatang heterotrof, artinya tidak membuat energi sendiri, tetapi harus mengambil dari lingkungan sekitarnya.

Daftar isi


Etimologi

Dalam bahasa Inggris, "hewan" disebut animal, dari bahasa Latin yaitu "animalis", yang berarti "memiliki napas". Dalam penggunaan nonformal sehari-hari, kata tersebut biasanya mengacu pada hewan bukan manusia. Kadang-kadang, kerabat dekat manusia seperti mamalia dan vertebrata lainnya ditujukan dalam penggunaan nonformal. Definisi biologis dari kata tersebut mengacu pada semua anggota kingdom Animalia, meliputi makhluk yang beragam seperti spons, ubur-ubur, serangga dan manusia.

Karakteristik

Hewan mempunyai daya gerak, cepat tanggap terhadap rangsangan eksternal, tumbuh mencapai besar tertentu, memerlukan makanan bentuk kompleks dan jaringan tubuhnya lunak. Perbedaan itu berlaku secara umum, tentu saja ada kelainan-kelainannya. Tiap individu, baik pada hewan uniselular maupun pada hewan multiselular, merupakan satu unit. Hewan itu berorganisasi, berarti tiap bagian dari tubuhnya merupakan subordinat dari individu sebagai keseluruhan baik sebagai bagian suatu sel maupun seluruh sel. Inilah yang disebut konsep organismal, suatu konsep yang penting dalam biologi.

Secara umum berikut ini adalah ciri-ciri hewan:
  1. Hewan merupakan organisme eukariota, multiseluler, heterotrofik. Berbeda dengan nutrisi autotrofik pada tumbuhan, hewan memasukkan bahan organik yang sudah jadi, ke dalam tubuhnya dengan cara menelan (ingestion) atau memakan organisme lain, atau memakan bahan organik yang terurai.
  2. Sel-sel hewan tidak memiliki dinding sel yang menyokong tubuh dengan kuat, seperti pada tumbuhan atau jamur. Komponen terbesar sel-sel hewan terdiri atas protein struktural kolagen.
  3. Keunikan hewan yang lain adalah adanya dua jaringan yang bertanggung jawab atas penghantaran impuls dan pergerakan, yaitu jaringan saraf dan jaringan otot sehingga dapat bergerak secara aktif.
  4. Sebagian besar hewan bereproduksi secara seksual, dengan tahapan diploid yang mendominasi siklus hidupnya.
  5. Alat pernapasan pada hewan bermacam-macam tergantung pada temapt hidupnya, ada yang bernapas dengan paru-paru seperti kucing, insang seperti ikan, kulit seperti cacing, trakea seperti serangga.
  6. Memerlukan makanan untuk tumbuh dan bertahan hidup.

Sel hewan

Sel hewan memiliki organel yang khas, yaitu adanya sentriol yang berguna pada saat pembelahan sel. Adanya organel tersebut menjadi salah satu ciri yang membedakan antara hewan dan tumbuhan. Ciri-ciri lain dari sel hewan adalah sel hewan tidak memiliki dinding sel, memiliki vakuola berukuran kecil bahkan tidak ada, tidak memiliki plastida. Seperti pada tumbuhan, sel-sel hewan yang memiliki struktur dan fungsi yang sama akan membentuk suatu jaringan.

Sebagian besar sel tersusun dari air dan komponen kimia utama, seperti protein, karbohidrat, lemak, dan asam nukleat. Sel tersusun dari dua lapis membran fosfolipid yang besifat selektif permeabel, yang berarti hanya molekul tertentu saja dapat masuk dan keluar sel.

Jaringan hewan

Jaringan adalah kumpulan sel sejenis yang memiliki struktur dan fungsi yang sama untuk membentuk suatu organ. Jenis jaringan yang umumnya dimiliki oleh vertebrata dan manusia ada empat macam, yaitu jaringan epitel, jaringan ikat, jaringan otot, dan jaringan saraf. Jaringan ikat terdiri dari matriks dan sel-sel jaringan ikat. Matriks terdiri dari serat-serat dan bahan dasar, sedangkan serat-serat matriks sendiri terdiri dari beberapa jenis yaitu serat kalogen, serat elastin, dan serat retikuler. Jaringan ikatnnya terdiri dari beberapa jenis sel, misalnya adalah sel lemak.

Organ hewan

Organ adalah gabungan dari berbagai jenis jaringan yang terorganisasi dalam fungsi tertentu. Makin tinggi derajat suatu hewan, makin banyak organ tubuh yang dimilikinya. Hal ini bertujuan untuk efisiensi kerja, karena dengan banyaknya organ tubuh menjadikan pembagian kerja akan semakin efektif. Berdasarkan letaknya, organ dikelompokan menjadi dua macam, yaitu organ dalam dan organ luar. Organ dalam tubuh dalam misalnya hati dan jantung. Sedangkan organ luar tubuh misalnya kulit, mata, telinga dan hidung.

Sistem organ

Sistem organ adalah gabungan dari berbagai organ untuk melakukan fungsi tertentu di dalam tubuh. Setiap organ memegang peranan yang sama penting dalam menjalankan fungsinya. Sistem organ tubuh biasanya dikelompokan menjadi sembilan, yaitu sistem rangka, sistem otot, sistem pencernaan, sistem pernapasan, sistem sirkulasi, sistem saraf, sistem endokrin, sistem ekskresi, sistem reproduksi. Sistem sirkulasi pada hewan umumnya berupa sistem peredaran darah tertutup tunggal dan peredaran darah tertutup ganda. Sistem peredaran darah tertutup maksudnya bahwa darah mengalir melalui pembuluh darah, dan ganda/tunggal yaitu banyaknya perputaran darah pada waktu melalui jantung.

Teori bentuk awal hewan

Bentuk awal hewan diduga mirip Protista yang berflagela yang kemudian kehilangan kloroplasnya dan berkembang menyerupai flagelata yang ada sekarang. Tori lain mengatakan sel hewan berkembang dari sel eukariotik aerobik. Organisme ini berevolusi membentuk kelompok Protozoa. Selanjutnya terjadi perubahan dari hewan bersel satu menjadi hewan bersel banyak. Diduga bahwa hewan bersel banyak mula-mula berbentuk bola yang berongga, dan terdiri dari satu lapisan sel-sel. Berdasarkan hipotesis hewan ini disebut blastea. Nama blastea diambil dari satu bentuk dalam perkembangan embrio, yaitu blastula.

Alga dan Protozoa yang ada sekarang ini merupakan hasil radiasi yang pertama, sedangkan blastea tidak lagi dijumpai kecuali pada bentuk blastula dalam perkembangan embrio hewan bersel banyak. Bentuk blastela memungkinkan untuk berkembang lebih jauh pada radiasi kedua dan ketiga.

Evolusi


Protista 

 Porifera


 Cnidaria

 Platyhelminthes 


 Mollusca


 Annelida


 Arthropoda




 Nematoda




 Echinodermata


 Chordata




Bagan evolusi Invertebrata

Evolusi invertebrata dan vertebrata

Evolusi avertebrata dimulai dari nenek moyang berupa protista yang hidup di laut. Ketika itu evolusi biologis berlangsung semakin cepat dibandingkan dengan evolusi biologis pertama kali. Protista bercabang tiga, dimulai dari filum Porifera, filum Cnidaria, dan filum Platyhelminthes. Plathyhelminthes bercabang tiga, cabang pertama bercabang tiga lagi menjadi filum Mollusca, filum Annelida, dan filum Arthropoda. Cabang kedua menjadi filum Nematoda. Sedangkan cabang ketiga menjadi dua filum yaitu Echinodermata dan filum Chordata.

Dari evolusi invertebrata dapat diketahui bahwa evolusi vertebrata berasal dari nenek moyang berupa Echinodermata. Echinodermata akan berkembang menjadi Echinodermata modern yang ada sekarang ini, misalnya bintang laut, bulu babi, Hemichordata, Chordata primitif (seperti Tunicata dan Lanceleolatus). Vertebrata modern meliputi tujuh kelas yaitu Agnatha, Chondrichthyes, Osteichthyes, Amphibia, Reptilia, Aves, dan Mammalia.

Evolusi dari kehidupan di laut ke darat

Sel-sel diduga berkembang berkembang di laut, menurunkan jenis-jenis hewan dan tumbuhan air yang hidup dan berkembang biak di dalam air. Karena adanya kompetisi, organisme itu ada yang mencoba hidup ke darat. Setelah hidup di darat terjadi kompetisi dalam memperebutkan makanan dan tempat hidup. Beberapa spesies diduga berusaha kembali ke air. Dalam upaya kembali ke air itu ada yang behasil, ada pula yang tidak berhasil. Contohnya yang berhasil adalah lumba-lumba, paus, yang sepenuhnya hidup di air. Sedangkan yang tidak berhasil misalkan buaya.

Perkembangan

Dalam sistematika awal, binatang mencakup banyak organisme bersel tunggal yang dikelompokkan sebagai Protozoa karena sifat heterotrof dan bergerak aktif (motil). Pengelompokan ini terus dianut hingga pertengahan abad ke-20 dan hingga sekarang masih dipakai untuk kepentingan praktis. Ketika orang mulai menganggap bahwa organisme bersel satu tidak memiliki organisasi jaringan, dibentuklah kelompok Protista yang menghimpun semua organisme sederhana yang berperilaku mirip binatang (bergerak, heterotrof).

Perkembangan biologi sejak separuh akhir abad ke-20 telah menunjukkan bahwa banyak organisme bersel satu tidak dapat lagi dipertahankan sebagai binatang. Ke dalam "binatang" dimasukkan semua organisme bersel banyak yang sel spermanya memiliki kesamaan struktur dengan koanosit, suatu sel generatif primitif. Selain itu, penerapan konsep evolusi dan kladistik telah mengubah banyak organisasi sistematika hewan. Proses reklasifikasi ini sampai sekarang masih terus berjalan.

Menurut para ahli, terbentuknya hewan-hewan di muka bumi ini dimulai dari zigot bersel satu yang mengalami pembelahan sel dan sel tersebut akan bertambah banyak yang terbentuk menyerupai bola. Bentuk seperti bola tersebut akan mengalami perkembangan, yaitu akan melekuk ke dalam sehingga akan terbentuk dua lapisan, yaitu ektoderm (lapisan luar) dan endoderm (lapisan dalam). Ektoderm dalam masa perkembangannya membentuk bagian-bagian tubuh tertentu, yaitu epidermis, kulit, dan sistem saraf, sedangkan lapisan endoderm akan berkembang menjadi sistem pencernaan dan kelenjarnya. Ada beberapa hewan yang berkembang pada tingkat kedua lapisan ini yang dinamakan diplobastik. Adapun yang termasuk golongan hewan ini adalah Porifera dan Coelenterata. Di antara kedua lapisan, yaitu ektoderm dan endoderm akan berkembang dan terbentuk lapisan mesoderm. Lapisan mesoderm akan berkembang membentuk bagian tubuh yang menjadi otot, sistem reproduksi, sistem sirkulasi, dan sistem ekskresi. Golongan hewan yang berkembang pada ketiga tingkat lapisan ini dinamakan triplobastik. Golongan hewan ini adalah Platyhelminthes dan Nemathelminthes.

Dari hasil penelitian diketahui pada Platyhelminthes belum mempunyai rongga tubuh, yaitu terlihat tubuhnya padat, tanpa rongga antara usus dan tubuh terluar sehingga digolongkan sebagai triplobastik aselomata (selom = rongga tubuh). Adapun pada Nemathelminthes mempunyai rongga tubuh semu, yaitu mesoderm belum membentuk rongga yang sesungguhnya karena tampak pada mesoderm belum terbagi menjadi lapisan dalam dan lapisan luar, yang dinamakan dengan triplobastik pseudoselomata dan yang mempunyai rongga tubuh dinamakan triplobastik selomata karena mesodermnya sudah dipisahkan oleh rongga tubuh yang terbentuk menjadi dua lapisan, yaitu dalam dan luar. Termasuk golongan hewan ini adalah Annelida sampai Chordata.

Dari uraian di atas dapat diketahui bahwa terbentuknya hewan dimulai dari Protozoa kemudian Porifera, Coelenterata, sampai pada tingkat Mamalia. Jadi, hewan tersebut mengalami perkembangan dari satu sel menjadi banyak sel hingga terbentuk triplobastik aselomata, pseudoselomata, sampai selomata.

Hewan yang digolongkan dalam kelompok Avertebrata memiliki persamaan ciri, yaitu tidak mempunyai ruas-ruas tulang belakang (vertebrae). Jika kita amati, golongan hewan ini memiliki pola organisasi tubuh yang agak sederhana, dibandingkan dengan kelompok hewan Vertebrata. Dengan dasar inilah hewan-hewan ini dianggap primitif atau merupakan bentuk-bentuk paling awal dari kehidupan yang telah mengalami sedikit perubahan.

Pertumbuhan

Pertumbuhan dan perkembangan hewan dimulai sejak terbentuknya zigot. Satu sel zigot akan tumbuh dan berkembang dengan tahap "zigot-morula-blastula-gastrula" hingga terbentuk embrio. Embrio akan berdiferensi sehingga terbentuk berbagai macam jaringan dan organ. Organ-organ akan menyatu dan bergabung menjadi organisme. Kemudian, organisme tumbuh dan berkembang menjadi organisme dewasa.

Pada siklus hidup hewan tertentu, terjadi perubahan bentuk tubuh dari embrio sampai dewasa. Perubahan bentuk ini disebut metamorfosis. Metamorfosis dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu metamorfosis sempurna dan tidak sempurna. Metamorfosis sempurna dicirikan dengan adanya bentuk tubuh yang berbeda di setiap fase metamorfosis, misalnya adalah kupu-kupu dan katak. Metamorfosis tidak sempurna ditandai dengan adanya bentuk tubuh yang sama, tetapi ukurannya berbeda pada salah satu fase metamorfosis, misalnya adalah belalang dan kecoa.

Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan hewan dapat dibagi menjadi dua, yaitu: faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi gen dan hormon. Gen merupakan faktor keturunan yang diwariskan dari orang tua (induk) kepada keturunannua, sedangkan hormon merupakan senyawa organik yang mengatur pertumbuhan dan perkembangan hewan. Faktor eksternal meliputi air, nutrisi, cahaya, aktivitas, dan lingkungan.

Terima kasih atas kunjungan anda di LingkaranDunia, serta membaca artikel yang mengenai Ilmu Biologi tentang Hewan, dan semo artikel ini bermanfaat buat anda.

Pertumbuhan Hewan Dalam Ilmu Biologi

Pertumbuhan

http://amirakostader.blogspot.co.id/2017/02/pertumbuhan-hewan-dalam-ilmu-biologi.html

Pertumbuhan dan perkembangan hewan dimulai sejak terbentuknya zigot. Satu sel zigot akan tumbuh dan berkembang dengan tahap "zigot-morula-blastula-gastrula" hingga terbentuk embrio. Embrio akan berdiferensi sehingga terbentuk berbagai macam jaringan dan organ. Organ-organ akan menyatu dan bergabung menjadi organisme. Kemudian, organisme tumbuh dan berkembang menjadi organisme dewasa.

Pada siklus hidup hewan tertentu, terjadi perubahan bentuk tubuh dari embrio sampai dewasa. Perubahan bentuk ini disebut metamorfosis. Metamorfosis dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu metamorfosis sempurna dan tidak sempurna. Metamorfosis sempurna dicirikan dengan adanya bentuk tubuh yang berbeda di setiap fase metamorfosis, misalnya adalah kupu-kupu dan katak. Metamorfosis tidak sempurna ditandai dengan adanya bentuk tubuh yang sama, tetapi ukurannya berbeda pada salah satu fase metamorfosis, misalnya adalah belalang dan kecoa.

Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan hewan dapat dibagi menjadi dua, yaitu: faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi gen dan hormon. Gen merupakan faktor keturunan yang diwariskan dari orang tua (induk) kepada keturunannua, sedangkan hormon merupakan senyawa organik yang mengatur pertumbuhan dan perkembangan hewan. Faktor eksternal meliputi air, nutrisi, cahaya, aktivitas, dan lingkungan.


Lihat Juga Artikel Lengkap Mengenai : Ilmu Biologi Hewan

Terima kasih atas kunjungan anda di LingkaranDunia, serta membaca artikel yang mengenai Ilmu Biologi tentang Hewan, dan semo artikel ini bermanfaat buat anda.

Perkembangan Hewan - Biologi

http://amirakostader.blogspot.co.id/2017/02/perkembangan-hewan-biologi.html

Perkembangan

Dalam sistematika awal, binatang mencakup banyak organisme bersel tunggal yang dikelompokkan sebagai Protozoa karena sifat heterotrof dan bergerak aktif (motil). Pengelompokan ini terus dianut hingga pertengahan abad ke-20 dan hingga sekarang masih dipakai untuk kepentingan praktis. Ketika orang mulai menganggap bahwa organisme bersel satu tidak memiliki organisasi jaringan, dibentuklah kelompok Protista yang menghimpun semua organisme sederhana yang berperilaku mirip binatang (bergerak, heterotrof).

Perkembangan biologi sejak separuh akhir abad ke-20 telah menunjukkan bahwa banyak organisme bersel satu tidak dapat lagi dipertahankan sebagai binatang. Ke dalam "binatang" dimasukkan semua organisme bersel banyak yang sel spermanya memiliki kesamaan struktur dengan koanosit, suatu sel generatif primitif. Selain itu, penerapan konsep evolusi dan kladistik telah mengubah banyak organisasi sistematika hewan. Proses reklasifikasi ini sampai sekarang masih terus berjalan.

Menurut para ahli, terbentuknya hewan-hewan di muka bumi ini dimulai dari zigot bersel satu yang mengalami pembelahan sel dan sel tersebut akan bertambah banyak yang terbentuk menyerupai bola. Bentuk seperti bola tersebut akan mengalami perkembangan, yaitu akan melekuk ke dalam sehingga akan terbentuk dua lapisan, yaitu ektoderm (lapisan luar) dan endoderm (lapisan dalam). Ektoderm dalam masa perkembangannya membentuk bagian-bagian tubuh tertentu, yaitu epidermis, kulit, dan sistem saraf, sedangkan lapisan endoderm akan berkembang menjadi sistem pencernaan dan kelenjarnya. Ada beberapa hewan yang berkembang pada tingkat kedua lapisan ini yang dinamakan diplobastik. Adapun yang termasuk golongan hewan ini adalah Porifera dan Coelenterata. Di antara kedua lapisan, yaitu ektoderm dan endoderm akan berkembang dan terbentuk lapisan mesoderm. Lapisan mesoderm akan berkembang membentuk bagian tubuh yang menjadi otot, sistem reproduksi, sistem sirkulasi, dan sistem ekskresi. Golongan hewan yang berkembang pada ketiga tingkat lapisan ini dinamakan triplobastik. Golongan hewan ini adalah Platyhelminthes dan Nemathelminthes.

Dari hasil penelitian diketahui pada Platyhelminthes belum mempunyai rongga tubuh, yaitu terlihat tubuhnya padat, tanpa rongga antara usus dan tubuh terluar sehingga digolongkan sebagai triplobastik aselomata (selom = rongga tubuh). Adapun pada Nemathelminthes mempunyai rongga tubuh semu, yaitu mesoderm belum membentuk rongga yang sesungguhnya karena tampak pada mesoderm belum terbagi menjadi lapisan dalam dan lapisan luar, yang dinamakan dengan triplobastik pseudoselomata dan yang mempunyai rongga tubuh dinamakan triplobastik selomata karena mesodermnya sudah dipisahkan oleh rongga tubuh yang terbentuk menjadi dua lapisan, yaitu dalam dan luar. Termasuk golongan hewan ini adalah Annelida sampai Chordata.

Dari uraian di atas dapat diketahui bahwa terbentuknya hewan dimulai dari Protozoa kemudian Porifera, Coelenterata, sampai pada tingkat Mamalia. Jadi, hewan tersebut mengalami perkembangan dari satu sel menjadi banyak sel hingga terbentuk triplobastik aselomata, pseudoselomata, sampai selomata.

Hewan yang digolongkan dalam kelompok Avertebrata memiliki persamaan ciri, yaitu tidak mempunyai ruas-ruas tulang belakang (vertebrae). Jika kita amati, golongan hewan ini memiliki pola organisasi tubuh yang agak sederhana, dibandingkan dengan kelompok hewan Vertebrata. Dengan dasar inilah hewan-hewan ini dianggap primitif atau merupakan bentuk-bentuk paling awal dari kehidupan yang telah mengalami sedikit perubahan.

Lihat Juga Artikel Lengkap Mengenai : Ilmu Biologi Hewan

Terima kasih atas kunjungan anda di LingkaranDunia, serta membaca artikel yang mengenai Ilmu Biologi tentang Hewan, dan semo artikel ini bermanfaat buat anda.

Karakteristik Hewan (Biologi)

http://amirakostader.blogspot.co.id/2017/02/karakteristik-hewan-biologi.html


Karakteristik

Hewan mempunyai daya gerak, cepat tanggap terhadap rangsangan eksternal, tumbuh mencapai besar tertentu, memerlukan makanan bentuk kompleks dan jaringan tubuhnya lunak. Perbedaan itu berlaku secara umum, tentu saja ada kelainan-kelainannya. Tiap individu, baik pada hewan uniselular maupun pada hewan multiselular, merupakan satu unit. Hewan itu berorganisasi, berarti tiap bagian dari tubuhnya merupakan subordinat dari individu sebagai keseluruhan baik sebagai bagian suatu sel maupun seluruh sel. Inilah yang disebut konsep organismal, suatu konsep yang penting dalam biologi.

Secara umum berikut ini adalah ciri-ciri hewan:
  1. Hewan merupakan organisme eukariota, multiseluler, heterotrofik. Berbeda dengan nutrisi autotrofik pada tumbuhan, hewan memasukkan bahan organik yang sudah jadi, ke dalam tubuhnya dengan cara menelan (ingestion) atau memakan organisme lain, atau memakan bahan organik yang terurai.
  2. Sel-sel hewan tidak memiliki dinding sel yang menyokong tubuh dengan kuat, seperti pada tumbuhan atau jamur. Komponen terbesar sel-sel hewan terdiri atas protein struktural kolagen.
  3. Keunikan hewan yang lain adalah adanya dua jaringan yang bertanggung jawab atas penghantaran impuls dan pergerakan, yaitu jaringan saraf dan jaringan otot sehingga dapat bergerak secara aktif.
  4. Sebagian besar hewan bereproduksi secara seksual, dengan tahapan diploid yang mendominasi siklus hidupnya.
  5. Alat pernapasan pada hewan bermacam-macam tergantung pada temapt hidupnya, ada yang bernapas dengan paru-paru seperti kucing, insang seperti ikan, kulit seperti cacing, trakea seperti serangga.
  6. Memerlukan makanan untuk tumbuh dan bertahan hidup.

Sel hewan

Sel hewan memiliki organel yang khas, yaitu adanya sentriol yang berguna pada saat pembelahan sel. Adanya organel tersebut menjadi salah satu ciri yang membedakan antara hewan dan tumbuhan. Ciri-ciri lain dari sel hewan adalah sel hewan tidak memiliki dinding sel, memiliki vakuola berukuran kecil bahkan tidak ada, tidak memiliki plastida. Seperti pada tumbuhan, sel-sel hewan yang memiliki struktur dan fungsi yang sama akan membentuk suatu jaringan.

Sebagian besar sel tersusun dari air dan komponen kimia utama, seperti protein, karbohidrat, lemak, dan asam nukleat. Sel tersusun dari dua lapis membran fosfolipid yang besifat selektif permeabel, yang berarti hanya molekul tertentu saja dapat masuk dan keluar sel.

Jaringan hewan

Jaringan adalah kumpulan sel sejenis yang memiliki struktur dan fungsi yang sama untuk membentuk suatu organ. Jenis jaringan yang umumnya dimiliki oleh vertebrata dan manusia ada empat macam, yaitu jaringan epitel, jaringan ikat, jaringan otot, dan jaringan saraf. Jaringan ikat terdiri dari matriks dan sel-sel jaringan ikat. Matriks terdiri dari serat-serat dan bahan dasar, sedangkan serat-serat matriks sendiri terdiri dari beberapa jenis yaitu serat kalogen, serat elastin, dan serat retikuler. Jaringan ikatnnya terdiri dari beberapa jenis sel, misalnya adalah sel lemak.

Organ hewan

Organ adalah gabungan dari berbagai jenis jaringan yang terorganisasi dalam fungsi tertentu. Makin tinggi derajat suatu hewan, makin banyak organ tubuh yang dimilikinya. Hal ini bertujuan untuk efisiensi kerja, karena dengan banyaknya organ tubuh menjadikan pembagian kerja akan semakin efektif. Berdasarkan letaknya, organ dikelompokan menjadi dua macam, yaitu organ dalam dan organ luar. Organ dalam tubuh dalam misalnya hati dan jantung. Sedangkan organ luar tubuh misalnya kulit, mata, telinga dan hidung.

Sistem organ

Sistem organ adalah gabungan dari berbagai organ untuk melakukan fungsi tertentu di dalam tubuh. Setiap organ memegang peranan yang sama penting dalam menjalankan fungsinya. Sistem organ tubuh biasanya dikelompokan menjadi sembilan, yaitu sistem rangka, sistem otot, sistem pencernaan, sistem pernapasan, sistem sirkulasi, sistem saraf, sistem endokrin, sistem ekskresi, sistem reproduksi. Sistem sirkulasi pada hewan umumnya berupa sistem peredaran darah tertutup tunggal dan peredaran darah tertutup ganda. Sistem peredaran darah tertutup maksudnya bahwa darah mengalir melalui pembuluh darah, dan ganda/tunggal yaitu banyaknya perputaran darah pada waktu melalui jantung.

Lihat Juga Artikel Lengkap Mengenai : Ilmu Biologi Hewan

Terima kasih atas kunjungan anda di LingkaranDunia, serta membaca artikel yang mengenai Ilmu Biologi tentang Hewan, dan semo artikel ini bermanfaat buat anda.

Evolusi Hewan (Biologi)

http://amirakostader.blogspot.co.id/2017/02/evolusi-hewan-biologi.html

Evolusi

Protista 

 Porifera


 Cnidaria

 Platyhelminthes 


 Mollusca


 Annelida


 Arthropoda




 Nematoda




 Echinodermata


 Chordata




Bagan evolusi Invertebrata

Evolusi invertebrata dan vertebrata

Evolusi avertebrata dimulai dari nenek moyang berupa protista yang hidup di laut. Ketika itu evolusi biologis berlangsung semakin cepat dibandingkan dengan evolusi biologis pertama kali. Protista bercabang tiga, dimulai dari filum Porifera, filum Cnidaria, dan filum Platyhelminthes. Plathyhelminthes bercabang tiga, cabang pertama bercabang tiga lagi menjadi filum Mollusca, filum Annelida, dan filum Arthropoda. Cabang kedua menjadi filum Nematoda. Sedangkan cabang ketiga menjadi dua filum yaitu Echinodermata dan filum Chordata.

Dari evolusi invertebrata dapat diketahui bahwa evolusi vertebrata berasal dari nenek moyang berupa Echinodermata. Echinodermata akan berkembang menjadi Echinodermata modern yang ada sekarang ini, misalnya bintang laut, bulu babi, Hemichordata, Chordata primitif (seperti Tunicata dan Lanceleolatus). Vertebrata modern meliputi tujuh kelas yaitu Agnatha, Chondrichthyes, Osteichthyes, Amphibia, Reptilia, Aves, dan Mammalia.

Evolusi dari kehidupan di laut ke darat

Sel-sel diduga berkembang berkembang di laut, menurunkan jenis-jenis hewan dan tumbuhan air yang hidup dan berkembang biak di dalam air. Karena adanya kompetisi, organisme itu ada yang mencoba hidup ke darat. Setelah hidup di darat terjadi kompetisi dalam memperebutkan makanan dan tempat hidup. Beberapa spesies diduga berusaha kembali ke air. Dalam upaya kembali ke air itu ada yang behasil, ada pula yang tidak berhasil. Contohnya yang berhasil adalah lumba-lumba, paus, yang sepenuhnya hidup di air. Sedangkan yang tidak berhasil misalkan buaya.

Lihat Juga Artikel Lengkap Mengenai : Ilmu Biologi Hewan

Terima kasih atas kunjungan anda di LingkaranDunia, serta membaca artikel yang mengenai Ilmu Biologi tentang Hewan, dan semo artikel ini bermanfaat buat anda.

Tumbuhan Organisme Eukariota Multiseluler (Biologi)

http://amirakostader.blogspot.co.id/2017/02/tumbuhan-organisme-eukariota.html

Tumbuhan

Dalam biologi, tumbuhan adalah organisme eukariota multiseluler yang tergolong ke dalam kerajaan Plantae. Di dalamnya terdiri atas beberapa klad yakni, tanaman berbunga, Gymnospermae atau Tumbuhan berbiji terbuka, Lycopodiopsida, paku-pakuan, lumut, serta sejumlah alga hijau.

Tanaman hijau memiliki dinding sel yang kokoh mengandung selulosa. Hampir semua anggota tumbuhan bersifat autotrof, yakni memproduksi energi sendiri dengan mengubah energi cahaya matahari melalui proses yang disebut fotosintesis dalam organel sel bernama kloroplas. Karena warna hijau yang dominan pada anggota kerajaan ini, nama lain yang dipakai adalah Viridiplantae ("tetumbuhan hijau"). Nama lainnya adalah Metaphyta. Namun ada juga tumbuhan yang bersifat parasit dan beberapa sudah tidak memiliki kemampuan fotosintesis dengan sedikit atau bahkan tanpa klorofil. Tanaman juga bisa dikarekterisasi dari cara mereka berkembang biak, kemampuan pertumbuhan, dan pergiliran keturunan.

Tercatat sekitar 350.000 spesies organisme termasuk di dalamnya, tidak termasuk alga hijau. Dari jumlah itu, 258.650 jenis merupakan tumbuhan berbunga dan 18.000 jenis tumbuhan lumut. Tumbuhan hijau menghasilkan hampir seluruh molekul oksigen di muka bumi ini dan merupakan bagian terpenting dalam sistem ekologi bumi. Tumbuhan-tumbahan yang sudah di domestikasi bisa menghasilkan biji, buah-buahan dan sayuran yang berguna sebagai bahan dasar pangan manusia. Selain itu tumbuhan juga digunakanan sebagai tanaman hiasan dan banyak yang berkhasiat obat serta digunakan dalam ilmu medis. Ilmu mengenai studi tanaman disebut botani, yakni salah satu cabang ilmu biologi.

Daftar isi

Batasan

Klasifikasi tumbuhan masa lalu memasukkan pula semua alga ("ganggang") dan fungi (cendawan, termasuk jamur lendir, bahkan bakteri), sebagai anggotanya. Batasan tumbuhan semacam ini dikenal sebagai tumbuhan dalam arti luas, yang kini dianggap sudah usang.

Kritik-kritik yang muncul membuat fungi dipisahkan dari tumbuhan. Meskipun tumbuh stasioner, fungi bersifat saprotrof, mendapatkan energi dari sisa-sisa bahan organik. Selain itu, dinding sel fungi tidak tersusun dari selulosa, bahan yang menyusun dinding sel tumbuhan, tetapi tersusun dari kitin, yang malah kebanyakan dihasilkan hewan.

Definisi Plantae saat ini

Ketika nama Plantae atau tumbuhan digunakan pada kelompok tertentu dari organisme atau takson, itu umumnya mengacu pada satu dari empat konsep. Dari yang paling tidak inklusif sampai paling inklusif, keempat pengelompokan itu adalah:

1. Tumbuhan darat, juga disebut Embryophyta

Kelompok ini mencakup lumut hati, lumut tanduk, lumut daun, dan tumbuhan berpembuluh, dan juga tumbuhan fosil yang mirip dengan kelompok yang masih hidup (mis., Metaphyta Whittaker, 1969, Plantae Margulis, 1971).

2. Tumbuhan hijau, juag disebut Viridiplantae, Viridiphyta atau Chlorobionta

Kelompok ini mencakup alga hijau, dan tumbuhan darat yang muncul dari mereka, termasuk stonewort. Nama yang diberikan ke kelompok-kelompok ini berbeda-beda pada Juli 2011. Viridiplantae mencakup kelompok organisme yang memiliki selulosa di dinding selnya, memiliki klorofil a dan b dan memiliki plastida yang dibatasi oleh hanya dua membran yang mampu menyimpan pati. Ini adalah klad yang menjadi subyek utama dari artikel ini (mis., Plantae Copeland, 1956).

3. Archaeplastida, Plastida atau Primoplantae

Kelompok ini mencakup tumbuhan hijau di atas ditambah Rhodophyta (alga merah) dan Glaucophyta. Klad ini mencakup organisme yang bereon-eon [dua eon, lihat periode di kanan atas halaman] lalu mendapatkan kloroplasnya langsung dengan memakan sianobakteri (mis., Plantae Cavalier-Smith, 1981).

4. Definisi lama tumbuhan

Klasifikasi lama menempatkan alga, fungi atau bakteri yang beragam ke dalam Plantae (mis., Plantae atau Vegetabilia Linnaeus, Plantae Haeckel 1866, Metaphyta Haeckel, 1894, Plantae Whittaker, 1969).

Cara lain untuk melihat hubungan antara kelompok yang berbeda yang telah disebut "tumbuhan" yaitu melalui kladogram, yang menunjukkan hubungan evolusioner mereka. Sejarah evolusi dari tumbuhan belum sepenuh ya ditetapkan, tetapi satu hubungan yang diterima antara tiga kelompok yang dideskripsikan di atas ditunjukkan di bawah ini. Yang telah disebut "tumbuhan" dicetak tebal.

Archaeplastida 

 Glaucophyta



 Rhodophyta (alga merah)


Viridiplantae = alga hijau + tumbuhan darat 

 Chlorophyta (bagian alga hijau)

Streptophyta 

 alga streptophyta (bagian alga hijau)



 Charales (stonewort, sering dimasukkan
dalam alga hijau)


 tumbuhan darat atau Embryophyta

Status alga

Kebanyakan alga sudah tidak lagi dimasukkan ke dalam Kerajaan Plantae. Alga terdiri dari beberapa kelompok yang berbeda dari organisme yang menghasilkan energi melalui fotosintesis, yang masing-masing muncul secara terpisah-pisah dari leluhur yang non-fotosintetik. Alga yang paling mencolok adalah gulma laut, alga multiseluler yang mungkin kurang lebih mirip tanaman terestrial, tetapi diklasifikasikan bersama alga hijau, merah, dan coklat. Masing-masing kelompok alga ini juga termasuk berbagai jenis organisme mikroskopik dan organisme uniseluler.

Sebagian besar alga kemudian juga mulai dipisahkan dari keanggotaan tumbuhan karena mereka tidak memiliki diferensiasi jaringan dan tidak memembentuk klorofil sebagai pigmen penangkap energi. Penggunaan teknik-teknik biologi molekuler terhadap filogeni tumbuhan ternyata memberikan banyak dukungan atas pemisahan ini. Tumbuhan dalam arti yang sekarang dipakai (arti sempit) dianggap sebagai keturunan dari suatu alga hijau purba.

Ciri-ciri khas

Ciri yang segera mudah dikenali pada tumbuhan adalah warna hijau yang dominan akibat kandungan pigmen klorofil yang berperan vital dalam proses penangkapan energi melalui fotosintesis. Dengan demikian, tumbuhan secara umum bersifat autotrof. Beberapa perkecualian, seperti pada sejumlah tumbuhan parasit, merupakan akibat adaptasi terhadap cara hidup dan lingkungan yang unik. Karena sifatnya yang autotrof, tumbuhan selalu menempati posisi pertama dalam rantai aliran energi melalui organisme hidup (rantai makanan).

Tumbuhan bersifat stasioner atau tidak bisa berpindah atas kehendak sendiri, meskipun beberapa alga hijau bersifat motil (mampu berpindah) karena memiliki flagelum. Akibat sifatnya yang pasif ini tumbuhan harus beradaptasi secara fisik atas perubahan lingkungan dan gangguan yang diterimanya. Variasi morfologi tumbuhan jauh lebih besar daripada anggota kerajaan lainnya. Selain itu, tumbuhan menghasilkan banyak sekali metabolit sekunder sebagai mekanisme pertahanan hidup atas perubahan lingkungan atau serangan pengganggu. Reproduksi juga terpengaruh oleh sifat ini.

Pada tingkat seluler, dinding sel yang tersusun dari selulosa, hemiselulosa, dan pektin menjadi ciri khasnya, meskipun pada tumbuhan tingkat sederhana kadang-kadang hanya tersusun dari pektin. Hanya sel tumbuhan yang memiliki plastida; juga vakuola yang besar dan seringkali mendominasi volume sel.

Terima kasih atas kunjungan anda di LingkaranDunia, serta membaca artikel yang mengenai Ilmu Biologi, yang mungkin bermanfaat buat anda.